Gas elpiji 3 kg di cimanggung tembus 27.000/tabung

Video Posted on Updated on

002

Sumedang Buser Trans Online

 Harga gas elpiji (LPG) ukuran tabung 3 kilogram (kg) di Kecamatan Cimanggung semakin melambung menyusul tidak teratasinya kelangkaan gas bersubsidi di kecamatan itu.

Pantauan Buser Trans online senin (21/11), harga gas elpiji tabung 3 kg mencapai Rp 27.000/tabung atau naik Rp 10.500/tabung dari harga normal Rp 16.500/tabung, Selain harga naik, persediaan gas elpiji tabung 3 kg di pangkalan-pangkalan dan pengecer gas di Kecamatan itu juga langka.

Pada saat wartawan menjumpai salah satu pangkalan  ujang abdul bashir yang ada di  bangkir cimanggung pada saat tersebut masyarakat lagi mengantri untuk mendapatkan gas elpiji sangat di sayangkan pangkalan tersebut menjual harga 20.000/ tabung ke semua konsumen.

“Sudah hampir dua pekan susah cari gas tabung 3 kg di pengecer dan pangkalan di Cimanggung Karena itu harganya gas bersubsidi tersebut naik terus. Biasanya harga gas tabung 3 kg paling mahal Rp 19.000/tabung. Namun hari ini, saya beli gas tabung 3 kg sudah Rp 27.000/tabung di pengecer Itu pun sulit nyarinya,” kata Angga (35), warga Cimanggung kepada Wartawan Buser Trans online.

Menurut Angga, melambungnya harga gas tabung 3 kg di Cimanggung itu disebabkan kelangkaan persediaan gas bersubsidi tersebut di tingkat eceran dan pangkalan.

Ada pula tingkah pengecer yang nakal ibu hj tuti TB Family yang di supply pendistribusiannya dari pangkalan pajar pada saat masyarakat mau membeli gas tersebut dia malah menolak tidak menjual gas padahal pada saat itu masyarakat telah mengantri untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg.

003

Saat di temui wartawan ibu tuti menyatakan bahwa gas yang di kirim oleh pangkalan pajar akan di supply ke daerah nagreg untuk di tukar dengan batu bata.

“saya akan mendistribusikan gas ini sebagai pengganti untuk mendapatkan batu bata dari daerah sana karena saya sudah janji “ ujarnya.

Sangat di sayangkan tingkah pengecer tersebut di saat masyarakat mengantri untuk mendapatkan gas 3 kg.

Sebelumnya  Disperindag bidang usaha, wawan hudawan menjelaskan, kelangkaan gas tabung 3 kg di cimanggung diduga karena terjadinya penyalahgunaan. Gas bersubsidi yang seharusnya untuk rumah tangga tersebut banyak dibeli pengusaha restoran kelas menengah dan keluarga mampu.

“Kelangkaan gas bersubsidi diKecamatan tersebut bukan karena adanya pengurangan pasokan gas 3 kg dari Pertamina. Kemudian distribusi LPG bright gas tabung 5,5 kg di Cimanggungi juga tidak berkaitan dengan kelangkaan gas tabung 3 kg,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga gas tabung 3 kg, wawan hudawan mengumpulkan semua agen yang ada di Sumedang dia menekankan supaya gas elpiji 3 kg tepat sasaran pendistribusian serta peruntukanya serta akan menindak tegas bilamana ada pangkalan yang menjual elpiji tabung gas 3 Kg di atas 16.500/tabung dan menwajibkan pangkalan – pangkalan membuat kesepakatan kontrak dengan pengecer.( yudis/Bto )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s