Warga cijeruk menolak ganti rugi pembebasan tanah akses jalan  menuju pembangunan TPAS

Video Posted on

09

Sumedang, Buser Trans online

Dinas ESDMP (  Energi Sumber Daya Mineral dan Pertanahan ) Kabupaten Sumedang sebagai perwakilan dari pemerintah mengadakan musyawarah untuk menentukan kesepakatan bentuk dan besarnya kerugian tanah pemilik untuk  kepentingan umum pelebaran akses menuju TPAS cijeruk Kecamatan Pamulihan bertempat di balai musyawarah Desa Cijeruk hari Senin ( 19/12 ).

Kegiatan tersebut di hadiri Kadis ESDMP Kabupaten Sumedang Eem Hendrawan, Ayuh Hidayat Kabid pertanahan, Yayat Kabid kebersihan dan pertamanan Lingkungan hidup, unsur muspika Pamulihan, kapolsek pamulihan beserta anggota,  babinsa serta warga masyarakat yang terkena dampak pembangunan pelebaran jalan menuju TPAS.

Luas proyek TPAS yang akan berjalan di wilayah cijeruk seluas 5,7 Ha sedangkan  panjang jalan yang kena dampak pembebasan akes jalan sepanjang 1225 meter  dengan luas seluruh yang akan kena dampak 3675 meter persegi  perluasan kiri dan kanan jalan.

Ayuh hidayat kabid pertanahan pada kesempatan tersebut mengharapkan kerjasamanya dari warga masyarakat yang akan kena dampak pembebasan akses jalan bisa menerima harga penawaran yang di berikan pemerintah yaitu sebesar 115,000 /meter untuk tanah kebun , dan 120,000/ meter untuk bangunan dan pekarangan,  harga tersebut telah ditetapkan berdasarkan kriteria NJOP desa cijeruk, team survey independen dan harga pasaran di daerah tersebut.

Namun pada kesempatan tersebut tidak di capai kata sepakat warga menolak harga penawaran ganti rugi  dari pemerintah dengan alasan harga yang di berikan pemerintah terlalu kecil untuk penggantian yang akan kena dampak ,  warga masyarakat sepakat mengajukan harga sebesar 500,000/meter seperti yang di katakana rukmana ( 54 ) perwakilan dari warga masyarakat “ harga tersebut terlalu minim bagi yang kena dampak pelebaran tersebut karena kami harus memindahkan bangunan yang terkena pelebaran sedangkan biayanya melebihi dari nilai tanah yang di dapat, kami sepakat mengajukan harga 500,000/meter itu harga yang sesuai “ jelasnya.

Menanggapi dari permintaan warga masyarakat Ayuh hidayat mencoba untuk bernegosiasi dengan warga dan memberikan tengat waktu kepada warga masyarakat untuk bermusyawarah kembali sampai beberapa hari.

Kapolsek pamulihan  Iptu M Wahidin Agusni menanggapi dengan adanya kata tidak sepakat dalam musyawarah tersebut dia mengharapkan dua duanya antara warga masyarakat dan pemerintah harus kondusif serta pemerintah harus memperhatikan kearifan lokal penduduk setempat, “ saya menghimbau kepada masyarakat yang tanahnya kena dampak pelebaran jalan harus kondusip demi mencapai kesepakatan dalam menentukan haga ganti rugi dan kepada pemerintah harus menilai kearifan lokal penduduk setempat mengingat merekalah yang akan kena dampak dari pembangunan ini “ jelasnya.

Dan sampai saat ini belum di sepakati nilai harga untuk penggantian pelebaran akses jalan menuju tempat pembuangan dan pengelolaan sampah, rencananya akan ada musyawarah ulang. (yudis/bto)

010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s