​ANTARA BEREBUT KURSI DAN BEREBUT PANJAT PINANG

Posted on

Opini : Oleh Taufiq

wartawan Biro Tasikmalaya
1001 TRMOR TERAPHYS  3:54 PM
Kursi : biasanya di rebutkan setiap lima tahun sekali,  yang merebutkan kursi oleh orang yang berpengeruh dan berkantong tebal tidak bisa dengan orang sembarangan walau orang tersebutkan, cerdas , jujur, bbelum tentu bisa bersaing memperebutkan kursi apalagi dari kalangan ekonomi lemah. lazim atau kebiasaan para kandidat dalam memperlicin hasratnya / Niat, tak kurang yang menabur janji dengan visi misi disamping itu menabur beras, kaos dan amplop dengan yang berisi pecahan uang besar, agar dia bisa di pilih. Tapi kadang cara seperti begini pung belum tentu berhasil masih banyak yang gagal total, Artinya tergantung faktor luckynya coy. kadang  banyak orang kalah berebut kursi tadi diantaranya menjadi depresi. Itu cerita berebut kursi yang teselenggara lima tahun sekali.
Panjat Pinang : adalah hiburan rakyat yang mencerminkan kesatuan dan gotong royong yang sifatnya kolektif. sebuah simbol budaya yang diwarisi leluhur nenek moyangnya, artinya pada saat itu dengan susah payah dna berdarah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan dari sang penjajah, terbukti dengan gigih dan kompak pada saat itu kita bisa merasakan kebebasan didalam republik yang merdeka. .. YA ALLOH YA TUHANKU BAGAIMANA AKU HARUS BERBUAT TERHADPA PARA PAHLAWAN – PAHLAWAN YANG TELAH BERKORBAN BEITU GAGAH DAN BERANI.

untuk mempelicin pohon pinang memkai oli bekas yang hitam , stenooet, yang sengaja di perlici agar apa yang digantung di atas poohon pinang tidak mudah untuk mudah untuk diambil tujuan agar pemainan semakin menarik, seru dan lucu. itu yang saya tau mengenai mengapa panjat pinang diadakan setahun sekali pada hari kemerdekaan negeri tercinta ini. 
Berebut Kursi  apabila berhasil berhasil pasti akan punya posisi jabatan sedangkan berebut Panjat Pinang apabila berhasil akan mendapatkan payung  jam dinding, kaos  dsb. yang jelas bukan barang yang berharga  apalagi jabatan.  makanya peserta panjat pinang psertanya dari orang- orang kalangan bawah seperti saya ini.  tak kurang tak lebih tujuannya hanyalah mengenang perjuangan para pahlawan leluhur kita.
pemenang dari berebut kursi sang pemenang kadang ada kalanya jatuh. sama seperti panjat pinang adakalanya jatuh keseleo parahnya patah kaki / tangan. perbedaanya kalau orang jatuh dari kursi jabatan di bawa ke Lapas. (Lembaga Pemasyarakatan). sedangkan Jatuh dari Panjat Pinang cukup dibawa ke rumah  sakit tidak perlu di introgasi segala macamnya. itulah gambaran budaya yang negatif dan positif yang saya tau  !!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s