YAYASAN DANGIANG GALUH PAJAJARAN GELAR PELATIHAN MACA DAN NULIS AKSAR SUNDA,NGAMUMULE WARISAN PARA LELUHUR

Posted on

Pangandaran Buser Trans,
“,Yayasan Dangiang galuh pajajaran,menyelenggarakan pelatihan aksara sunda,yang di ikuti para guru  sekolah Dasar ( SD) se kecamatan langkaplancar, bertepatan di Gor,PGRI Desa Bangunjaya kecamatan Langkaplancar kabupaten pangandaran,sabtu,( 22_04_2017 ) siang.
Dalam rangka acara pelatihan  tersebut,di hadiri kepala Dinas,Disdikpora kabupaten pangandaran,Drs, H,Surman,dan kepala,UPT,Dinas pendidikan,kecamatan parigi,Drs,Adang ismail,mm, dan kepala UPT, kecamatan langkaplancar ,Jumar Dedy martono,S,ip, Dan kepala UPT pendidikan kecamatan cijulang  ,Hadir para kepala UPT,Dinas pendidikan perwakilan dari setiap kecamatan,se kabupaten pangandaran juga hadir,kepala Bidang pembinaan ketenagaan,Disdikpora,kabupaten pangandaran,Usep Ependi,s,pd, m,pd,dab hadir ketua yayasan Dangiang galuh pajajaran kabupaten pangandaran,Anton Rahanto( Santang Karunia) juga pelatih,aksara sunda dari kabupaten ci amis, Dra,Atih Haerani, mpd. beserta, Jajang Kusnadi, Mpd, selaku instruktur,aksara sunda dari kabupaten ci amis,juga hadir K3S PGRI perwakilan dari setiap kecamatan juga hadir para undangan lainnya,
“,Anton Rahanto,alias Santang Karunia,selaku ketua yayasan Dangiang galuh pajajaran,dalam acara tersebut mengatakan bahwa dengan di adakannya peresmian sekaligus pelatihan, ini salah satu bagian dari sebuah wadah yang mempunyai visi dan misi, yaitu, 1; adalah pelestarian dan penggalian seni budaya dan sejarah sunda.

2:Lingkungan Hidup pelestarian alam pemeliharaan mata air, pendidikan  dan kemanusiaan,pemuda dan olahraga,itu bidang bidang utama
“,Misi tentang pelatihan,penulisan membaca aksara pada prinsifnya adalah membuat satu pengenalan bahwa aksara sunda yang ini ternyata aksara sunda asli, berdasarkan penggalian para sejarawan ilmuwan juga artiologi itu yang tadinya, HA, NA, CA, RA, KA, menjadi, nga, la, geu, na, berdasarkan sumber sumber sejarah yang bisa di pertanggung jawabkan, ini suatu menjadi kebanggaan bagi masyarakat sunda,sunda di bangunnya kembali budaya sunda, tetapi bukan untuk membangun Ras, itu adalah bagian dari kebinekaan karena ranah pendidikan,itu jadi suatu wadah penting,pendidikan merupakan satu lembaga pembinaan para generasi dimana akan melahirkan generasi generasi muda berkualitas.
Juga lanjut Anton, bahwa ketika aspek budaya aspek sejarah, mulai menurun dalam beberapa jam pelajaran, ini harus di tingkatkan untuk salah satu metode memberikan satu pencegahan terhadap anak anak didiknya, untuk bagaimana mereka tau sejarah leluhurnya maupun tentang kareu,eus kabudayaan asli cara turun temurun,

 dan perlu membangun kerjasama, terutama dengan dinas pendidikan,bagai manapun lembaga secara legilitas pemerintah yang bertanggung jawab tentang melahirkan generasi adalah pendidikan.

Sementara hari ini kita berhadapan dengan satu kemajuan teknologi arus inpormasi dan di samping epek dan negarifnya harus di kurangi, dan bagaimana harus mengalihkan kesenangan dalam bentuk pengenalan seni pengenalan daya pikir pengenalan salah satu aksara wujud dari sebuah kita masyarakat sunda,itu sudah punya peradaban ,sebelum ada A,B,C,sebelum ada internet,ini bahaya kalau terlalu dominan.
“,Budaya luar lanjut Anton, adalah masuk kepada sistem pendidikan sehari hari,akan mendorong hancurnya regenerasi,bisa di lihat dulu kita bisa mengenal baren,,seperti gobag,namun sekarang mereka mengenal Gim, itu akan melahirkan krisis ekonomi kalau pemerintah tidak menunjang dengan sektor  program peningkatan kesejahtraan ekonomi, maka ini akan meningkatkan, kesenjangan luar biasa,maka di mulailah di kabupaten pangandaran ini harus di mulai ada slogan pangandaran berbudaya,dan wisata mendunia,budaya bukan untuk di jual beli tapi budaya adalah sebuah kebiasaan yang baik, yang harus di lanjutkan.
“,Anton juga menambahkan, kami mengharap pendidikan tidak menutup ruang gerak ketika seniman, budayawan,ataupun porum yang peduli untuk lebih berkomunikasi atau membangun silaturahmi, jadi pendidikan bukan hanya milik satu komunitas,tetapi milik bertanggung jawab semua komponen karena menyangkut anak bangsa, dan ini salah satu melengkapi ke elmuan yang di miliki oleh para pengajar,dan ada hikmah sepertihal di kegiatan dalam pelatihan penulisan aksara sunda di, O2SN,itu banyak yang tidak paham,maka artinya ini menjadi pemicu,jangan sampai anak anak paham bahasa ingris paseh bahasa luar,tapi ketika bahasa sundanya atau pengenalan aksara sundanya sendiri tertinggal jauh,maka itu kami selaku ketua yayasan dangiang galuh pajajaran ucapkan banyak terimakasih kepada kepala dinas Disdikpora kabupaten pangandaran,sangat respon kepada acara kegiatan yang di selenggarakan ini dan alhamdulillah dalam peresmian pelatihan maca dan nulis aksara sunda yang baru di selenggarakan di satu kecamatan langkaplancar ini berjalan lancar dan ingsa alloh kami berharap tidak makan waktu lama lagi akan di adakan acara pelatihan ini di setiap kecamatan yang ada di kabupaten pangandaran,supaya bisa meluruskan dan tidak terkotak kotak,paparnya,
 “,Surman selaku ketua Dinas pendidikan kabupaten pangandaran dalam kesempatan tersebut mengatakan kepada Buser Tran sewaktu di wawancarai di lokasi acara tersebut,bahwa Saya sangat apresiasi dalam kegiatan ini alhamdulillah saya merasa terbantu dan terdorong oleh ketua yayasan dangiang galuh pajajaran,karena konsentrasi yang di lakukan oleh ketua yayasan dangiang galuh pajajaran,benar benar bertujuan supaya anak di dunia pendidikan bisa belajar untuk memahami aksara sunda , sehingga anak tersebut  bisa membaca,atau minimal anak tau menulis nama sendiri,alamat sendiri, karena itu di tuangkan di aturan Gubernur, bahwa muatan lokal di antaranya berbahasa sunda,maka apbila masyarakat di kabupaten pangandaran di lepel pendidikan sekolah Dasar (SD ) atau sekolah menengah pertama,(SMP) memahami huruf sunda dan bahasa sunda yang baik ingsa alloh, prilakunyapun kaya orang sunda,seperti halnya  bermartabat dan soleh kata Surman,
“,Juga Surman menambahkan, saya berharap mudah mudahan ketua yayasan dangiang galuh pajajaran bisa ngaestapet ketiap kecamatan di kabupaten pangandaran, untuk menyelenggarakan pelatihan, untuk melatih guru guru yang ada di kabupaten pangandaran,dan mungkin pak anton bisa mengamalkan ilmunya pungkasnya,( Ateng z, yaya, s,)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s