​BUPATI H,JEJE WIRADINATA MENGINGATKAN MASYARAKAT TETAP UNTUK WASPADA YANG DI SAMPAIKAN DI  ACARA MENGENANG TRAGEDI TSUNAMI DI KABUPATEN PANGANDARAN YANG KE, 11 TAHUN,

Posted on Updated on

Pangandaran Buser Trans.

Kabupaten pangandaran salah satu kabupaten di jawa Barat,yang pernah mengalami musibah,Bencana Tsunami,pada hari senin tanggal ( 17_07_2006) pukul 15,16, WIB, sebelas tahun lalu,yang waktu itu luar biasa sangat dahsyatnya ombak besar tinggi menggulung menghantam 57 km garis pantai pangandaran,sehingga ratusan bangunan rumah, kios,hotel,juga kendaraan milik warga masyarakat lululantah porak poranda,juga perahu para nelayan hancur,sehingga ratusan nyawa warga masyarakat melayang meninggal dunia, yang kisaran jumlah korban sebanyak 668,warga, dan 65 orang yang di nyatakan hilang,tidak ketemu jasadnya,
Untuk mengenang yang terjadi di alami di kabupaten pangandaran 11 tahun lalu,Pemerintah pangandaran menggelar serangkaian kegiatan untuk mengingatkan dan mewaspadai Tsunami senin (17_07_2017) siang,
Dalam acara gelar mengenang 11 tahun Tragedi Tsunami,tersrbut yang bertempat di pusatkan panggung terbukanya di dekat Run way Susi Air, dan di acara tersebut Hadir Bupati pangandaran H,jeje wiradinata, dan Ratusan orang dari berbagai organisasi, sukarelawan,dan elmen masyarakat.
“Acara tersebut di awali dengan melakukan Longmarch mengitari kawasan wisata pantai pangandaran lanjut Do,a bersama di panggung terbuka dan di lanjut peletakan karangan bunga di makam para korban Tsunami yang tidak di kenal, di kubur masal di pangandaran.
H” Jeje wiradinata Bupati pangandaran dalam kesempatan acara tersebut menyampaikan melalui sambutannya, bahwa kegiatan ini bukan untuk mengungkit luka lama, namun untuk mendapatkan pelajaran, kita bisa belajar banyak dari bencana yang menimpa, Baik sisi keilmuan maupun bersip siagaan dalam menghadapi bencana, yang bisa datang kapan saja, kita juga dapat belajar untuk meminimalisir jumlah korban termasuk daerah daerah yang rawan bencana ujar jeje,
“Lanjut Jeje wiradinata kami akui dirinya yang memimpin pemakaman korban Tsunami yang tidak ter identifikasi, saat durinya menjadi ketua DPRD, meski Tsunami pangandaran sudah sebelas tahun berlalu, Bupati, H,Jeje wiradinata nengingatkan masyarakat untuk tetep waspada,kita prihatin alat deteksi dini Tsunami di pangandaran sebagai alat pertama yang dapat memberikan info awal lebih dini kemungkinan terjadinya Tsunami sudah mulai,sayangnya eorly Warni systim Mita yang pernah di pasang atas kreasi watimpres tahun 2007, lalu, banyak yang sudah tidak berfungsi karena rusak.Dari 14 alat yang dulu terpasang lanjutnya tinggal 2 unit yang berfungsi satu di telkom,pabgbdaran dan satu lagi di Bojong salawe,padahal kabupaten pangandaran masuk urutan 16 daerah rawan bencana tingkat nasional, dan urutan ke 5 sejawa Barat, setelah, sukabumi ,cianjur, Garut, dan Tasikmalaya,maka harus kita pikirkan bersama untuk kembali di aktifkan lagi ,agar kita waspada dan dapat mengantisifasi jika bencana terjadi dan mengurangi jumlah korban dan untuk penuh kewaspadaan, pungkasnya,( Ateng jaelani )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s