Jalan Rusak, Masyarakat Bisa Tuntut Pemerintah

Posted on Updated on


Kasat Lantas Polres Bandung AKP Edwi poto bersama

Camat Cicalengka Hj. Popi Hopipah beserta jajaran lainya.

Kab. Bnadung, Buser Trans,.

Disela-sela sosialisasi tentang pentingnya pengendara roda dua untuk menggunakan helem berstandar yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu merk SNI (Standar Nasional Indonesia), Kasatlantas Polres Bandung AKP Edwin menyampaikan (4/5) kegiatan yang diadakan di Pasir Candi Kec. Cicalengka adalah sosialisasi Undang-Undang No: 22 Tahun 2002 tentang lalulintas.

Pemahaman Undang-Undang No: 22 Tahun 2002 yang baru ditetapkan masih ada masyarakat yang belum mengetahuinya pihak Polres sendiri menyelenggarakan kegiatan agar warga masyarakat mengerti dan memahami yang nantinya para pengendara bisa tertib dalam menggunakan jalan.

Selain itu warga masyarakat Kab. Bandung bisa menyampaikan surat pemberitahuan kepada dinas terkait kalau menemukan jalan rusak, setelah ada pemberitahuan bila melihat atau mengalami kecelakaan  akibat jalan rusak pihak korban bisa menututnya. Salah satu contoh jalan yang ada dikawasan nagreg adalah jalan perlintasan nasional yang frekwensi tingkat kecelakaanya cukup tinggi terutama roda dua sehingga perlu adanya perbaikan.(Kos/Buser Trans)

Pilkada Kab.Mamuju Utara, figur H,Sa’aL

Posted on Updated on


Mendampingi H.Agus Ambo Djiwa Di Harapkan Rakyat

Kab. Mamuju. Buser Trans.

Kabar gembira teruntuk seluruh komponen masyarakat Kab.Mamuju Utara Sulawesi Barat, terkhusus pada H.agus ambo Djiwa yang saat ini masih menjabat sebagai wakil bupati kab.mamuju utara,yang rencananya akan maju pada pilkada agustus 2010,berbagai pertanyaan dari elit politik,krabat,maupun lawan politik,siapa bakal pasangan calon wakil bupati yang akan berdampingan dengan H.Agus Ambo Djiwa,namun meskipun telah ada beberapa nama calon wakil bupati,yang sempat didengar mendampingi agus pada pilkada nanti.

Beredar khabar bahwa nama yang sering disebut sebut adalah H.SaaL,mayoritas tokoh masyarakat,pemuda dan pemudi bahkan mahasiswa menginginkan H.SaaL,berpasangan dengan H,agus ambo djiwa,SEBAB H.SaaL,berpotensi meraih suara yang dapat memenangkan pilkada dimamuju utara,sosok H.SaaL tidak asing lagi dimata masyarakat Mamuju Utara,beliau dikenal sebagai pribadi yang ramah,tidak sombong,punya kemampuan untuk membawa aspirasi rakyat kecil,pengalaman,juga selain itu H,SaaL termasuk putra daerah sulawesi barat.

Wartawan Buser Trans bertandang kerumah pribadi H.Saal,wawancara khusus tentang dirinya bakal calon wakil bupati,yang menjadi pendamping H.agus ambo djiwa,ditemui diruangannya H.Saal,tersenyum dan berkata,saya bersyukur dan bertrima kasih pada seluruh komponen lapisan masyarakat kab.mamuju utara,atas kepercayaan yang diberikan serta amanahnya untuk maju pada pilkada 2010 mendatang,berpasangan dengan calon bupati H.Agus Ambo Djiwa,awalnya saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan dipilih tokoh masyarakat,untuk berdampingan dengan agus,namun ini adalah desakan dari masyarakat,aspirasi pilihan rakyat,sayapun akan memegang teguh kepercayaan itu,demi masyarakat,dengan hati ikhlas dan niat baik,serta pembangunan yang lebih baik untuk kedepannya dikab. mamuju utara.

selanjutnya menurut H.Agus ambo djiwa,hal yang membuatnya menjadi calon bupati,karena dorongan dan keinginan dari sebagian besar masyarakat mamuju utara,dia dinilai sebagai reprentasi putra daerah terbaik untuk memimpin mamuju utara.

”aspirasi masyarakat banyak yang meminta saya untuk maju calon bupati karena menganggap saya sebagai putra daerah dan tokoh dibalik pembentukan kabupaten Mamuju Utara dan koordinator komite aksi pembentukan kabupaten mamuju utara tahun 2003 silam.

Selain itu, motifasi H.Agus Ambo Djiwa, kelak menjadi bupati mamuju utara berpasangan dengan wakilnya H.saal,meningkatkan pelayanan masyarakat,yang prima,efektip dan lebih bermartabat,pembentukan perekonomian pembangunan,melalui anggaran APBD,dan dana dana lainnya,yang secara bertahap,guna mendapatkan tujuan yang maksimal,serta mewujudkan tata pemerintahan yang baik,meningkatkan kesejahteraan,melalui gerakan poembangunan berbasis masyarakat serta mendorong berkembangnya dunia usaha para pelaku ekonomi,begitupun mengaktualisasikan nilai nilai agama,norma budaya dalam khidupan masyarakat.

Suksesi bupati mamuju utara akan dilaksanakan sekitar agustus 2010,menurut sumber masyarakati,yang enggan disebutkan namanya,agus ambo djiwa merupakan kandidat memiliki dukungan yang diperhitungkan, calon ini tentu memiliki dukungan dan infrastruktur politik,melihat realitas dukungan rakyat terhadap agus,cukup siknifikan,saya yakin kader partai PDIP bisa lolos.

Harapan H.agus ambo djiwa dan H.saal,insya allah pilkada nanti berjalansukses,tanpa sedikitpun keresahan terhadap masyarakat,ataupun pencekalan dan pemaksaan untuk memilih figur,sesuai hati nurani pilihan rakyat,terkhusus para pendukungnya ia berpesan,untuk tidak berbuat yang dapat merugikan atau saling menjatuhkan pasangan yang lainnya,demi ketertiban keamanan,masyarakat yang adil dan makmur di Mamuju Utara Sulawesi Barat.(MNurNas/Buser Trans/Sulawesi.)

Objek Wisata Alam, Karang Tawulan

Posted on Updated on


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

KAB.TASIK,Buser Trans

Suasana alami dan sepi seakan seperti bukan umumnya kawasan wisata, menyambut kita begitu sampai di kawasan Pantai Karang Tawulan. Sejauh mata memandang terlihat sejumlah karang menjulang diterpa gelombang laut selatan, suara gelegar pun terdengar cukup menyeramkan.

Nama objek wisata Pantai Karang Tawulan, berlokasi di Kalapagenep, Kec. Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, tentu masih sangat asing. Tidak demikian halnya dengan penghobi travelling, objek wisata yang jaraknya sekitar 90 kilometer dari pusat Kota Tasikmalaya, terbilang akrab.

Sebenarnya tiidak hanya Pantai Karang Tawulan, wisatawan yang menggunakan rute Tasikmalaya-Singaparna-Cipatujah, sebelumnya akan melewati objek wisata Pantai Sindangkerta, Cipatujah, Pamayangsari, dan akhirnya berujung di objek wisata Karang Tawulan. Jarak antaraobjek wisata Sindangbarang ke Pamayangsari hanya tujuh kilometer. Sedangkan, ke Karang Tawulan yang merupakan perbatasan Kab. Tasimalaya dengan Ciamis jaraknya 13 kilometer.

Sejumlah wisatawan mengungkapkan panorama kawasan objek wisata Karang Tawulan sangat eksotik dan alamiah. Bila dibandingkan dengan objek wisata Sindangbarang dan Pamayangsari yang berkarang curam dan ombak besar, Pantai Karang Tawulan cenderung landai. Sehingga sejumlah lokasi cukup aman dipergunakan untuk berenang.

Karena itu, kebanyakan wisatawan yang datang berkunjung ke Karang Tawulan, umumnya tidak hanya untuk berenang di tengah sengatan matahari. Akan tetapi, juga menikmati alam dengan segala keindahannya, terutama sore hari menjelang petang.

Seperti umumnya kawasan objek wisata pantai, di Pantai Karang Tawulan, makanan khas ikan-ikan laut menjadi menu utama. Bahkan kalau sedang musimnya, ikan-ikan laut asal Pamayangsari, harganya dijamin sangat murah dibandingkan dengan objek wisata pantai mana pun.

Biasanya, nasi yang disuguhkan untuk menemani ikan dibakar atau digoreng, ditabur sambal hijau berbahan dasar tomat muda dan cabai hijau. Nasi tersebut adalah beras huma merah. Sementara itu, air minum yang dihidangkan berupa teh tubruk diberi gula batu.

Bila sedang musim penyu bertelur, terutama saat terang bulan purnama, dari tengah malam hingga pukul 3.00 WIB, kita dapat menyaksikan penyu bertelur. Lokasi paling banyak terutama di kawasan Pantai Pamayangsari yang pantainya cenderung masih tertutup tanaman pantai.

Pada umumnya, wisatawan yang berkunjung ke kawasan objek wisata Pantai Selatan Tasikmalaya atau yang terkenal dengan Pantai Cipatujah jarang menginap di pondokan kalau bukan pergi bersama keluarga. Pasalnya, menjelang pagi, pukul 5.30 WIB kita dapat menyaksikan air laut yang surut hingga meninggalkan batu karang yang cukup luas.

KAB.TASIK,Buser Trans

Suasana alami dan sepi seakan seperti bukan umumnya kawasan wisata, menyambut kita begitu sampai di kawasan Pantai Karang Tawulan. Sejauh mata memandang terlihat sejumlah karang menjulang diterpa gelombang laut selatan, suara gelegar pun terdengar cukup menyeramkan.

Nama objek wisata Pantai Karang Tawulan, berlokasi di Kalapagenep, Kec. Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, tentu masih sangat asing. Tidak demikian halnya dengan penghobi travelling, objek wisata yang jaraknya sekitar 90 kilometer dari pusat Kota Tasikmalaya, terbilang akrab.

Sebenarnya tiidak hanya Pantai Karang Tawulan, wisatawan yang menggunakan rute Tasikmalaya-Singaparna-Cipatujah, sebelumnya akan melewati objek wisata Pantai Sindangkerta, Cipatujah, Pamayangsari, dan akhirnya berujung di objek wisata Karang Tawulan. Jarak antaraobjek wisata Sindangbarang ke Pamayangsari hanya tujuh kilometer. Sedangkan, ke Karang Tawulan yang merupakan perbatasan Kab. Tasimalaya dengan Ciamis jaraknya 13 kilometer.

Sejumlah wisatawan mengungkapkan panorama kawasan objek wisata Karang Tawulan sangat eksotik dan alamiah. Bila dibandingkan dengan objek wisata Sindangbarang dan Pamayangsari yang berkarang curam dan ombak besar, Pantai Karang Tawulan cenderung landai. Sehingga sejumlah lokasi cukup aman dipergunakan untuk berenang.

Karena itu, kebanyakan wisatawan yang datang berkunjung ke Karang Tawulan, umumnya tidak hanya untuk berenang di tengah sengatan matahari. Akan tetapi, juga menikmati alam dengan segala keindahannya, terutama sore hari menjelang petang.

Seperti umumnya kawasan objek wisata pantai, di Pantai Karang Tawulan, makanan khas ikan-ikan laut menjadi menu utama. Bahkan kalau sedang musimnya, ikan-ikan laut asal Pamayangsari, harganya dijamin sangat murah dibandingkan dengan objek wisata pantai mana pun.

Biasanya, nasi yang disuguhkan untuk menemani ikan dibakar atau digoreng, ditabur sambal hijau berbahan dasar tomat muda dan cabai hijau. Nasi tersebut adalah beras huma merah. Sementara itu, air minum yang dihidangkan berupa teh tubruk diberi gula batu.

Bila sedang musim penyu bertelur, terutama saat terang bulan purnama, dari tengah malam hingga pukul 3.00 WIB, kita dapat menyaksikan penyu bertelur. Lokasi paling banyak terutama di kawasan Pantai Pamayangsari yang pantainya cenderung masih tertutup tanaman pantai.

Pada umumnya, wisatawan yang berkunjung ke kawasan objek wisata Pantai Selatan Tasikmalaya atau yang terkenal dengan Pantai Cipatujah jarang menginap di pondokan kalau bukan pergi bersama keluarga. Pasalnya, menjelang pagi, pukul 5.30 WIB kita dapat menyaksikan air laut yang surut hingga meninggalkan batu karang yang cukup luas.

Karena itu tidaklah berlebihan, bila Pantai Karang Tawulan dapat menjadi salah satu tujuan wisata karena lokasinya yang tidak begitu jauh dari Pangandaran. Untuk menuju objek wisata Karang Tawulan, akan melewati objek wisata Pantai Sindangkerta, Cipatujah, Pamayang, dan objek lainnya yang berada di sisi kanan jalan.

Tapi sayang, gapura selamat datang obyek wisata tulisanyapun sudak tidak ada lagi, begitu pula dengan papan reklame yang menggambarkan keindahan hanya membuat sesak kantor wisata alias tidak dipasang, entah apa alasanya.

Penataan lingkungan baik bak penampungan sampah sudah tidak ada, andai wisata alam ini tetata rapi jelaslah akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Tasikmalaya.

Pantai Cipatujah

Takjauh dari pantai Karangtawulan tendapat pantai tak kalah indahnya yaitu Pantai Cipatujah, disini sarana prasarana lebih lengkap, ada penginapan, warung warung sudah tertata baik hingga mesjid yang megah.

kelebihan wisata disini dengan datarnya pantai yang ada membuat pandangan kita bisa lepas ke tengah laut dengan bebas, namum hal yang sama sampahnya lebih banyak berserakan hingga membuat kumuh kawasan tersebut.(Ateng Jaelani /Wawan /Aan/Redi/Buser Trans)

Penerima Bantuan Rehab Sekolah, Resah

Posted on Updated on


KAB.TASIK,Buser Trans

Sebagian besar penerima bantuan dana rehab Sekolah Dasar (SD) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2009 di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan, kini diresahkan dengan munculnya sejumlah oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun oknum wartawan ‘uka-uka’ yang diduga melakukan pemerasan.

“Setiap hari, ada saja beberapa orang oknum LSM atau mengaku wartawan ke sekolah kami, meminta uang untuk ini dan itu. Mereka minta uang dalam jumlah besar.Namun, kalau diminta KTA atau surat tugas, mereka marah-marah,”ujar ketua komite sekolah di daerah Bantarkalong.

Beberapa hari lalu, ia kedatangan empat orang oknum yang mengaku dari LSM termasuk oknum wartawan, terindikasi menakut-nakuti sejumlah pejabat kepsek dan komite sekolah pelaksana rehab SD. yang akhir -akhirnya berujung pada kompensasi sejumlah uang. Akibatnya sejumlah kepsek di Kab Tasikmalaya bagian selatan mengaku terpaksa memberikan sejumlah uang mulai Rp.500.000 hingga Rp 1 juta.

Hal senada diungkapkan seorang Kepala Sekolah sebuah SD di lingkungan UPTD Puspahiang,yang mengaku dimintai uang oleh oknum wartawan, yang kemudian diketahui wartawan itu tidak memiliki surat kabar. “Ketika itu mereka menanyakan alokasi dana dan melihat langsung pekerjaan rehab, mereka menuding ada temuan kekeliruan pekerjaan dan mengancam kepsek dan komite dilaporkan ke pejabat pusat,” tutur dia.

Meski tak tahu persis kesalahan apa, sejumlah kepsek tampaknya lebih memilih untuk memenuhi permintaan sejumlah uang yang diajukan anggota LSM atau oknum wartawan tersebut. “Kami terpaksa dari pada ruwet jadi saya beri mereka uang,” tutur dia.

Karena itu, kedatangan Buser Trans yang semula kurang mendapat respon, tetapi setelah memperlihatkan KTA dan koran edisi baru, mereka kemudian menerimanya dengan baik. Bahkan, mereka mengungkapkan keluhan karena seringnya didatangi oknum LSM atau oknum wartawan.Namun lucunya, kalau ditanya identitas bukan memperlihatkannya, justru marah-marah.”Kami jadi serba salah menghadapinya. Kalau mereka datangnya baik-baik, tentu kami juga mengerti,”ungkap mereka.(WAWAN.AG)**

Mobil Dinas Bupati Dipertanyakan

Posted on Updated on


Kab. Mamuju Utara, Sulawesi Buser Trans,.

DC 1 E salah satu mobil dinas Pemda Kab.Mamuju Utara yang dipakai bupati seharusnya standbay ,dan dipakai bupati pada saat masuk kantor, ini dipertanyakan warga ,kemana dan dimana mobil tersebut, karena sangat jarang parkir dipelataran halaman parkir kantor bupati, menurut data yang dihimpun Buser Trans keberadaannya ternyata disimpan dirumah bupati dipinrang bahkan terkadang melanglang buana kemakassar, serta ada dugaan identitas mobil diplat hitamkan untuk kepentingan pribadi.

Pilkada Kab.Mamuju Utara ditengah ramainya kemelut parcakapan politik dari berbagai tim pemenangan yang masing-masing menjagokan pasangan pendukung cabup dan cawabupnya, Tim Buser Trans menyempatkan berkunjung ke Kab.Mamuju Utara ,salah satu kabupaten termudah dipropinsi sulawesi barat, yang saat ini sangat menunjang prospek kedepannya dijadikan tempat berbisnis, lahan berdagang, infestasi, perikanan, kelautan maupun perindustrian, minyak maupun tambang. Banyak hal yang menjadi memori khusus untuk dijadikan suatu bentuk pemberitaan publikasi media, untuk dibahas dan dipertanyakan, salah satunya ada warga kab mamuju utara yang sempat kami wawancara sebut saja namanya Heri, berprofesi sebagai petani dan juga salah satu putra daerah, pihaknya menyampaikan serta membeberkan unek-uneknya, “saya heran pak, setiap pagi dari rumah bila saya kekebun lewat melintas didepan kantor bupati, biasanya saya melihat mobil dinas sedan DC 1 E milik pemda kendaraan dinas untuk bupati, tapi saat ini entah mobil itu dikemanakan,,,,”ujarnya.

Diakuinya oleh Heri pada awal terpilih bupati pada tahun 2005 lalu sering mobil itu dipakai bupati, hingga menjelang tahun 2007 sepertinya sudah tidak pernah terlihat lagi sampai saat ini, bahkan terkadang sekali dalam setahun mobil sedan ini terlihat dimamuju utara lalu sekejap menghilang lagi, pada hal yang kami tahu mobil ini, seharusnya dan sebaiknya dipakai dalam lingkup wilayah Mamuju Utara, bukan untuk kedaerah lain, apa lagi sampai melintasi propinsi, bisa saja melintas propinsi bila ada kunjungan atau undangan dinas, itupun paling lama seminggu, namun biasanya bila bupati ingin berangkat memenuhi kunjungan dinas, tentunya lewat kota palu naik pesawat terbang.

Hal ini serontak jadi bahan pembicaraan warga, artinya dikemanakan mobil dinas Bupati Mamuju Utara ini???? Tim Buser Trans belum merasa puas lalu mewawancarai salah satu pegawai pemda yang ada dilingkup kantor daerah mamuju utara, awalnya pegawai ini agak merasa takut untuk diwawancara tapi setelah kami sepakat untuk merahasiakan nama dan identitasnya saat tim bertanya tentang keberadaan mobil dinas ini, “mobil sedan palat DC 1 E, tidak ada disini pak, tapi ada dikampung halaman pak Bupati di Pinrang dan Makassar Sulsel, entah apa alasan kuat mobil tersebut disimpan disana, bahkan konon katanya ada yang melihat bila kemakassar, mobil tersebut diplat hitamkan ,,”ungkapnya.

Bupati tidak ada dikantornya saat akan dikonfirmasi tentang keberadaan mobil dinas, “Bupati tidak dikantornya serta tidak ada di Mamuju Utara, Bupati lagi ke Makassar”ujar salah seorang stafnya.

Semua orang berhak dan wajar memakai fasilitas daerah, terutama untuk para pegawai serta pejabat daerah sebab itulah bukti bahwa kinerja pegawai ataupun pejabat harus dijaga baik-baik sebab semua hasil kinerja digaji melalui uang rakyat, uang rakyat itu dari pajak, maka seharusnya dan sewajarnya rakyat bertanya bila ada yang menurut mereka dapat dipertanyakan dan tidak memuaskan.(M.NurNas/Buser Trans)

Distamben Kab. Tasikmalaya Tutup Mata. Perhutani, Ambil langkah

Posted on Updated on


“kami hanya beberapa titik milik perhutani yang dizinkan untuk penambangan, itupun sepengetahuan Perhutani ”Jelas Yayat. Ia menambahkan adapun penggalian atau penambangan yang ada pihak Distamben hanya tutup mata, yang harus bergerak adalah pemkab dengan satpol PP kenapa diam.

Kab. Tasikmalaya Buser Trans.

Potensi Alam Kabupaten Tasikmalaya terutama sumberdaya bumi sangat melimpah, di Tasik Selatan Antara Cikalong sampai Cipatujah terdapat pasir besi maupun mangan dan sebagainya, akhirnya penambang liarpun bermunculan, tetapi Dinas mana yang bertanggung jawab dalam kegiatan penambangan itu, sementara Distamben terkesan tutup mata, akhirnya, perhutani ambil langkah.

Kekayaan alaml ini mendorong pengusaha atau investor melirik kesana, satu hal kesulitan memperoleh izin penambangan karena hampir wilayah yang ada milik perhutani. Team Buser Trans menelusuri ke daerah tersebut, menurut informasi yang didapat redaksi banyak penambang liar.

Beberapa titik kami temui ada kegiatan penambangan, alat berat dikerahkan disana, Asper perhutani /KB KPH Karang Nunggal Iwan Hendriawan kepada wartawan mengatakan, proses penambangan di perhutani ada pelarangan, adapun akan melakukan penambangan diharuskan islah dulu dengan permandingan 1 bandung 2 lahan penggantipun harus dekat dengan perhutani..

Tidak banyak kami mendapatkan iformasi disana, tetapi sumber yang tidak mau disebut mengungkapkan, bahwa, proyek pembangunan kolam ikan melibatkan pengusaha Tasikmalaya, bahkan lahan penggarap masyarakat mendapatkan ganti rugi dari 20 jt sampai 75 jt, Jelasnya.

Ketika ditanya lebih jauh kenapa lahan garapan milik Perhutani bisa dijual belikan, padahal lahan tersebut semua mengetahui masih bersengketa, Ia hanya menggeleng kepala.

Program pengelola pembuatan kolam ikan atau tambak udang, guna meningkatkan kesejahteraan bersama patut kita dukung seperti yang dikatakan Agus Ratarajasa wartawan bertempat di Bakso Laksana Kota. Tasikmalaya, Ia mengaku sebagai Legal/pengacara dari pengelola proyek tersebut.

Tambak udang kalau sudah berjalan, jelas selain akan meningkatkan pendapatan masyarakat tersebut, juga dapat menyerap tenaga kerja yang ada, terlebih PAD (Pendapatan Asli Daerah) menjadi bertambah.

“Kegiatan ini  bukanlah penambangan, namun, lebih kepada pembuatan kolam ikan/tambak udang guna peningkatan pendapatan daerah pedesaan, yang dilakukan oleh LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan)”ungkap Agus.

Dengan polos Agus mengaku proyek tersebut sudah berjalan tetapi perijinannya masih dalam proses, menyinggung dugaan masyarakat tentang penjualan pasir besi ‘Pasir yang ada memang kami keluarkan dan dijual, hasil dari penjualan untuk membiayai proyek tersebut” Ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi Kabupaten Tasikmalaya H. Nana Sumarna diwakili Yayat Suhaya saat ditemui dikantornya mengatakan, lokasi pengalian tersebut menurutnya belum mengeluarkan izin adapun pengeluaran izin harus ada rekomendasi dulu sebagai penanggung jawab wilayahnya yaitu Perhutani Tasikmalaya.

“kami hanya beberapa titik milik perhutani yang dizinkan untuk penambangan, itupun sepengetahuan Perhutani ”Jelas Yayat. Ia menambahkan adapun penggalian atau penambangan yang ada pihak Distamben hanya tutup mata, yang harus bergerak adalah pemkab dengan satpol PP kenapa diam.

Lain hal, dengan Administratur/KPH Tasikmalaya Ir. Jejen. MM. yang diwakili Maman saat ini pihak Adm / KPH Tasikmalaya langsung menijau lokasi tersebut kepada wartawan mengatakan tidak dibenar kalau perhutani pernah mengeluarkan izin penambangan di lahan perhutani”selama saya tugas disini, belum pernah ada izin yang keluar untuk pertambangan”Jelasnya.

“kalau ada pernambangan akan segera dihentikan”Tegas Maman, Ia membantah tudingan Distamben da penggalian yang mengatongi izin diwilayah perhutani.

Wartawan mencoba mengotak Yayat Suhaya Staf Distamben mengkroskan jawaban Administratur/KPh Tasikmalaya, bahwa kami sedang berada di kantor perhutani sesuai pernyataan yang kami terima bahwa pihak perhutani tidak penar merekomendasikan  salah satu penambangan di wililayah perhutani dengan nada kebingungan Yayat menganulir bahkan mengklarifikasi pernyataan, “itu perbatasan dengan perhutani, pak”,Ungkap Yayat.

Rabu (14/4), Administratur/KPH Tasikmalaya melayangkan surat kepada pengembang serta Asper/KB KPH Karang nunggal untuk menghetikan kegitan LMDH  mebuat kolam ikan, dan mengintruksikan alat berat yang ada dilokasi Perhutani Agar Segera ditarik keluar. (Team Buser Trans)

Cikuya Menuju Desa Religius

Posted on Updated on


(Kades Cikuya Yaya Suryana saat menyerahkan bantuan kepada anak yatim di Aula desa)

Kepala Desa Cikuya Yaya Suryana;
“Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi rejeki dengan orang yang kurang beruntung dan setiap bulanya kami memberikan bantuan alakadarnya kepada anak yatim dan panti jompo”

Kab. Bandung, Buser Trans,.
Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 H adalah satu momen penting bagi umat Islam dalam memperkokoh keimanan, warga masyarakat Desa Cikuya Kab. Bandung yang diprakarsai oleh Yaya Suryana selaku kades pihaknya mengadakan kegiatan penyantunan bagi anak yatim yang ada di wilayahnya secara rutin kali ini kegiatan tersebut bertepatan dengan Maulid Nabi Saw.
Dalam kesempatan tersebut hadir KH. H. Benyamin dari Pondok Pesantren Manbaul Huda dari Kp. Sasak Beusi Limbangan Garut untuk memberikan Tausiah dengan tema merubah ahlak manusia.
Acara tersebut dihadiri selain warga masyarakat desa juga perangkat desa lainya dan sekitar 300 orang memenuhi aula kantor desa “dalam kesempatan ini saya ingin berbagi rejeki dengan orang yang kurang beruntung dan setiap bulanya kami memberikan bantuan alakadarnya kepada anak yatim dan panti jompo”ujar kades Cikuya.(Kos/Buser Trans)