Edisi 98 Juni 2010 Halaman 12

Posted on Updated on


Iklan

ENAM PASANGAN CALON WALI KOTA PALU PROPINSI SULAWESI TENGAH CABUT NOMOT URUT.

Posted on


Kota Palu sulawesi tengah, Buser Trans Online

Tahap pencabutan nomor urut calon wali kota dan wakil walikota telah selesai dilakukan KPU palu pada jumat (3 /6), kemarin di Hotel grand Duta sekitar pukul.16.30.wita.

Pembahasan hasil putusan KPU Nomor18 /2010,yang menetapkan enam calon walikota dan calon wakil walikota olek sekretaris PKU Palu,  masing masing pasangan calon wali kota dan wakil walikota, Hidayat -Muchlis,Helmi D.Yambas-Hadiyanto,Rusman lamakasusa-Irianto agan, Habsa yanti ponulele-Arman djanggola,Kamil badrun-Yos sudarso ,  serta pasangan Rusdy mastura-Mulhanan tombolotutu.

Acara dilanjutkan dengan pencabutan nomorurut yang dimulai dari pasanganHabsa yanti ponulele-Arman Djanggola,dan berhasil mencabut nomor urut 5,kemudian disusul pasangan Hidatat-Muchlis,yang memperoleh nomor urut 1,kemudian pasangan Rusdi mastura-Mulhanan tombolututu,berhasil mencabut nomor urut 2,selanjutnya pasangan Kamil badrun-Yos sudarso dengan berhasil mencabut nomor urut 4,pasangan Helmi D .yambas-Hadi yanto rasyid mencabut nomor urut 3, dan terakhir pasangan Rusman lamakasusa-Irianto agan mencabut nomor urut 6.

Ada hal yang menarik,  setiap kali sekretariat KPU membacakan nama calon walikota dan wakil walikota,p endukung calon tersebut memberikan aplos yang cukup meriah, sehingga ruangan tempat pencabutan nomor urut menjadi hiruk pikuk, penggemuru dipenuhi suara pendukung.

Tahapan pelaksana pilwakot,yang kini sudah sampai pada tahap pencabutan,nomor urut,diikuti oleh pejabat teras daerah ini,diantaranya ketua DPRD kota palu,yakni Sidik Ponulele, dan juga turut hadir kapolres kota palu AKBP.R.Deden Gernada, Sik.

selanjutnya KPU akan melaksanakan tahapan pilwakot yakni pertemuan KPU, dengan para tim sukses guna membicarakan, jadwal kampanye pilwakot. (M.NURNAS BUSERTRANS)

Disbudpora Adakan Study Banding Ke Pulau Bali

Posted on Updated on



Kadis Disbudpora Kab. Sumedang H. Dicky Rubiana Abdulah;
“Obyek wisata di Sumedang harus dikembangkan dari segala aspek, salah satunya adalah aspek sumber daya manusianya,”


Kab. Sumedang, Buser Trans,.

Sumedang adalah sebuah kota kecil yang terdapat di antara dua kota besar, yaitu Bandung dan Cirebon. Kota ini sering dikenal sebagai tempat persinggahan bagi mereka yang tengah melakukan perjalanan darat antara Bandung dan Cirebon. Sedangkan Sumedang  sendiri mempunyai tempat wisata yang cukup dibanggakan ada 36 tempat wisata salah satu diantaranya ada tempat yang menjadi unggulan yaitu  Kampung Toga, Cipanas, Cileungsi, Musium Cut Nya Dien, Jati Gede juga lainya, dalam menunjang pariwisata Sumedang, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olah Raga (Disbudpora) Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Pemkab. Badung di Bali mengadakan pelatihan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan profesionalisme di bidang obyek daya tarik wisata Sumedang (15/6).

Sebelum berangkat ke Pulau Bali peserta mengikuti pelatihan selama 2 hari (14 -15 Juni) di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor. Untuk 16-23 Juni peserta sudah berada  di Pulau Bali mengikuti kegiatan study banding.

Kadis Disbudpora H. Dicky Rubiana Abdulah didampingi Kabid Obyek Daya Tarik Wisata Edi Ruhiat, acara tersebut diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada menjadi lebih profesional. “Obyek wisata di Sumedang harus dikembangkan dari segala aspek, salah satunya adalah aspek sumber daya manusianya,”jelasnya.

Ditambahkan Dicky, Bali sebagai daerah yang dikunjungi, yang memiliki kebudayaan dan wisata terbaik di Indonesia, sehingga para peserta yang ikut ke Bali akan melihat langsung dan nantinya akan dijadikan acuan dalam mengelola tempat wisata di wilayahnya masing-masing.

Peserta yang berangkat ke Bali sebanyak 60 orang yang diantaranya dari Kepala Desa yang mempunyai potensi wisata di daerahnya, ”saya mau obyek wisata yang ada di Sumedang bisa  dikembangkan, karena dampak positif untuk masyarakat sangat berpengaruh. Dari mulai peningkatan ekonomi masyarakat sekitar dan juga untuk tenaga kerja dari masyarakat.

Dalam mempertahankan obyek wisata di Sumedang semua pihak harus mempunyai kepedulian tetap bertahan dan tidak punah, sehingga mengundang para wisatawan dari luar untuk datang, diakuinya biaya yang digunakan untuk Study banding bersumber dari bantuan Provinsi, sebesar  2,5 milyar untuk semua sektor pariwisata, “alokasi dana untuk pariwisata sebagian dimanfaatkan untuk study banding dan memajukan potensi wisata yang ada di Sumedang”tegas Dicky. (Kos/Buser Trans)