Dari Awal Proyek SD Dampit Diduga Bermasalah

Posted on


Kab. Bandung, Buser Trans,.
Pelaksanaan proyek pembangunan satu ruang kelas ditambah ruang kerja kepala sekolah dan WC di lingkungan SDN Dampit 1 di Desa Dampit, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, diduga bermasalah karena adanya kesalahan prosedur. Pasalnya surat perintah kerja (SPK) yang sempat ditandatangani pihak kepala SD tersebut pada saat itu, diduga ilegal dan ada penyalahgunaan.

“SPK itu baru dikatakan legal, kalau sudah ditandatangani atau dikeluarkan pejabat Dinas Pendidikan setingkat Kepala Bidang atau Kepala Dinas Pendidikan. Kedua pejabat tersebut yang memiliki kebijakan atau kewenangan mengeluarkan SPK,” jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TK/SD Dinas Pendidikan Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, Drs. H. Adang Syafaat kepada “GM” di ruang kerjanya, Selasa (27/7).

Menurutnya, pihaknya akhirnya menilai ada kelalaian dalam pengerjaan pembangunan SD tersebut. Bahkan, katanya, terkesan pula, SPK yang ditandatangani pihak sekolah dipaksakan. Ini lanjutnya, terlihat saat pelaksanaan pembangunan SDN Dampit 1 pada 2007, dinas terkait tidak mengalokasikan dana atau anggaran untuk mengganti biaya pembangunan SD tersebut, yang sempat dibangun oleh pemborong.

Ia pun mengatakan, terjadinya permasalahan dalam proses pembangunan SDN Dampit 1 itu, sudah diketahui pihak inspektorat dan Dinas Pendidikan Kab. Bandung. Termasuk Komisi D DPRD Kab. Bandung pun sudah membahas dan membicarakan persoalan ini.

Ia juga menilai, dalam pelaksanaan pembangunan SD tersebut, ada yang tidak rasional dalam penggunaan anggaran/dana yang sudah dikeluarkan pihak pemborong. “Pembangunan satu ruang kelas, ditambah ruang kepala sekolah, dan WC menghabiskan Rp 360 juta. Itu sangat tak rasional. Paling tidak untuk rehab ruang kelas dan membangun ruang kerja kepala sekolah dan WC itu sebesar Rp 95 juta,” katanya. (Kos/Buser Trans/Sumber GM)

Iklan

Jual LKS Di Kantin Sekolah, Kepala Cabang Berang

Posted on Updated on


Kab. Sumedang, Buser Trans,.

Orang tua siswa SDN Cibeusi, mengaku keberatan oleh pihak sekolah yang menjual Lembaran Kerja Siswa (LKS) kepada anaknya dengan harga yang cukup mahal, yaitu perpaket yang mencapai kisaran Rp.75ribu hingga Rp 80ribu.
Orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengakui, kebijakan tersebut terasa berat, apabila harus ditanggung oleh orang tua murid, mengingat harga LKS yang cukup mahal.”Saya sebagai orang tua merasa terjepit dengan kebijakan tersebut, kalau tidak beli anak saya marah-marah dan malu, sementara saya tidak punya uang,”ujarnya.
Kepala Sekolah SDN  Cibeusi Ruhyana SPD, ketika di mintai keterangan tentang keluhan para orang tua terkait penjualan LKS, berdalih kalau  LKS tidak bisa di atasi oleh dana BOS,sehingga LKS dijual ke orang tua murid.”Dengan penjulalan LKS sekolah bias mendapat keuntungan,”ujarnya.
Lain halnya dengan Ketua Komite Sekolah SDN Cibeusi H. Dadang Adnan Dahlan, dirinya menilai, penujualan LKS di sekolahnya itu, merupakan keinginan orangtua dan sangat dibutuhkn untuk latihan siswa.”bagi saya penjualan LKS tidak masalah, yang terpenting pihak sekolah tidak menjual langsung dan tidak bersipat memaksa,”terangnya.
Sementara itu,H Odim, Kepala UPTD TK & SD Kecamatan Jatinangor, ketika dikonfirmasi masalah tersebut, dirinya tidak mengetahui dan mengaku berang terhadap sekolah-sekolah yang menjual LKS kepada siswa-siswinya dibawah kepemimpinannya.”Saya akan mengecek dan mendata sekolah mana saja yang menjual LKS  tanpa sepengetahuan saya, kalau terbukti saya akan mengambil ditindakan,”bebernya.

Dari hasil pantauan Buser Trans Online bahwa transaksi penjualan LKS berlangsung di kantin sekolah tanpa kwitansi jika orang tua murid tidak memintanya.(Kos/Buser Trans)

Sumedang Siap Menjadi Tuan Rumah PON 19 2016 Jabar

Posted on Updated on


Kabid Pemuda dan Olahraga Agus Muslimin

Kab.Sumedang,BuserTrans,.

Kabupaten Sumedang siap menjadi bagian tuan rumah dalam Pelaksanaa Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX tahun 2016 yang berlangsung di Jawa Barat.”Akan menjadi kebanggan apabila Sumedang menjadi tuan rumah beberapa cabang olah raga (cabor) dalam perhelatan PON nanti,”ujar Kadis Disbuparpora Sumedang H.Dicky Rubiana yang di sampaikan oleh Kabid Pemuda dan Olahraga Agus Muslimin di Hotel Puri khatulistiwa (27/7).

Menurutnya, ada beberapa cabor yang pantas di gelar di Sumedang diantaranya,Pacuan Kuda, Sepak Takraw, Golf dan Paralayang. Dari Kempat cabor tersebut yang sudah siap walaupun PON KE 19 di Jabar masih 6 tahun lagi diantaranya cabor golf, sebab tempatnya sudah tersedia dan layak yaitu Bandung Giri Graha(BGG) yang ada di Jatinangor. Dikatakan Agus,untuk cabor lain pemkab Sumedang sudah memliki tempat, untuk Paralayang di Toga,Sepak takraw di Cigugur yang akan disulap menjadi arena takraw dan pacuan Kuda yang sekarang lagi dalam tahap pengembangan.”Akan menjadi sebuah keuntungan besar bagi Sumedang apabila, menjadi bagian dari tuan rumah pada perhelatan olahraga terbesar di Indonesia,”bebernya.

Namun, untuk menjadi tuan rumah menurutnya, banyak hal yang harus dipersiapkan oleh pemkab Sumedang diantaranya fasilitas yang memadai, salasatunya hotel yang bisa menampung ribuan anggota peserta PON yang datang dari 33 provinsi belum memadai. Untuk itu,diungkapkan Agus kalau jadi Sumedang menjadi bagian dari tuan rumah PON Jabar, ulai sekarang segala sesuatunya harus di persiapan dari mulai fasilitas hingga sarana dan prasarana.(Kos/Buser Trans)

LPK Assalam Satu – Satunya Lembaga Bahasa Korea & Jepang di Kab. Majalengka

Posted on


Buser Trans Biro Majalengka

Kondisi perekonomian di Negara kita yang kurang begitu stabil dan lapangan pekerjaan yang sulit, membawa dampak negative bagi sebagian masyarakat. Sehingga dengan keadaan seperti ini banyak dari warga kita yang memilih mengadu nasib menjadi Tenaga Kerja Indonesia yang disalurkan ke Negara-negara tertentu. Seperti Korea,Jepang, Arab Saudi ,Malaysia dan Negara lainnya.

Melihat kondisi di masyarakat yang memprihatinkan seperti itu, maka beberapa alumni program pemagangan IMM Jepang dan alumni Program G to G Korea di bawah bimbingan Iwan Sugiono S.pd yang juga merupakan salah seorang Guru di SMK Korpri Majalengka berinisiatif mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Keterampilan Bahasa Asing dengan nama LPK Assalam yang berlokasi di jalan pertanian No. 86 Majalengka Wetan kec./kab. Majalengka.

Adapun maksud dan tujuan di dirikannya LPK Assalam adalah untuk memberikan pendidikan B.Jepang & Korea serta menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya tentang program pemagangan ke Jepang & Program G to G ke Korea supaya masyarakat tidak terjebak oleh calo-calo tenaga kerja yang ingin meraih keuntungan semata, dan LPK Assalam juga merupakan satu –satunya lembaga bahasa Korea & Jepang di kab. Majalengka. Ujar Iwan Sugiono pada Buser trans LPK Assalam adalah sebuah lembaga yang resmi dan berbadan hukum, hal tersebut dibuktikan dengan adanya Akta Notaris No. 16 tanggal 13 Januari 2009 serta izin Operasional dari Disdik No.421.10/98-PNF dan Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No. 41 tahun 2010 bahkan telah tercatat di situs resmi Kementrian Pendidikan Nasional http://www.infokursus.com dengan Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) No. 02112.41.0025.09/12/14/31. Ungkapnya Bahkan LPK ini pun telah menjalin kerjasama dengan instansi terkait seperti UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Majalengka serta dibawah bimbingan dan pengawasan langsung dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majalengka sehingga sangat kecil kemungkinan untuk melakukan kesalahan dalam memberika informasi, bimbingan dan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam hal yang menyangkut bimbingan untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang maupun program G to G Korea. Paparnya lagi Dari tahun 2009 sampai sekarang LPK Assalam telah mencetak alumni dan lulusan yang telah berhasil bekerja di perusahaan Korea maupun Jepang. Hal tersebut bisa tercapai karena instruktur di LPK Assalam adalah para alumni dari program Pemagangan ke Jepang serta Program G to G Korea sehingga para instruktur di LPK Assalam sangat memahami apa yang harus di ajarkan kepada siswanya untuk bisa lulus seleksi tes rekruitmen yang sangat-sangat ketat sekali, biaya pelatihan di LPK Assalam pun relatife murah. Sehingga terjangkau oleh masyarakat umum serta didukung oleh sarana dan prasarana latihan yang memadai dan yang terpenting adalah bahwa, LPK Assalam selalu mengikuti prosedur resmi yang ditetapkan pemerintah yaitu Dinas Pendidikan serta Dinas Sosial tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majalengka,ucap Iwan Sugiono mengakhiri bincang-bincang dengan Wartawan Buser trans beberapa pekan lalu diruang kerjannya. (Ali Nurdin/Dani Rachdian/Buser Trans)

Siapa Malingnya?

Posted on Updated on


Kami ke Mapolsek Wanaraja Kab. Garut Jawa Barat, pada saat itu, ada seorang kepala desa sedang diperiksa penyidik, kepada wartawan ia mengatakan, singkat cerita ia meminjamkan uang sebesar 30 jt kepada Andi warga garut dengan jaminan sebuah mobil, mobil itu di antar ayi dan Andi ke rumahnya, selang beberapa hari Ayi melapor ke polsek bahwa dirinya di tipu Andi, bahwa mobil sebagai jaminan itu milik rental mobil, akhirnya Andi dan Kades diperiksa, Padahal Ayi ikut bersama Andi menyerahkan mobil itu kepada kades. Apa komentar   anda ………..???????????

Angka Kematian AKB/AKBAL Di Jabar Tinggi

Posted on Updated on


Kab. Sumedang, Buser Trans,.

Angka kematian Bayi (AKB)/Angka Kematian Balita (AKBA) di Jabar  masih termasuk tertinggi ditingkat nasional, bahkan rengkingnya berada di urutan 25 dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.”Hal itu di picu dari banyaknya jumlah penduduk yang ada di Jabar,”ujar dr Niken Budiastuti, Kabid Bina Pelayanan Kesehatan Prov Jabar,di Sela-sela acara Evaluasi Akselarasi penurunan AKB/AKBAL di hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor kemarin(21/7)

Menurutnya,kecenderungan kematian bayi dan balita terutama terjadi pada Baca entri selengkapnya »

Isu Teroris Bikin Resah Kades

Posted on Updated on



Kab. Sumedang,Buser Trans,.

Mengaku dari Dataseman 88 Brimob Polda Jabar bernama Pahruji bahwa akan melakukan operasi penangkapan teroris yang berada di beberapa desa di Kecamatan Tanjungsari, sejumlah kepala desa mendapat telepon diantaranya Kepala Desa Cijambu, Raharja, Gudang, Tanjungsari untuk segera mempersiapakan makanan dan pulsa yang di transper ke 11 nomer, Pahruji sendiri menggunakan telepon dengan no 081279766008. Dalam pembicaraan via teleponya Kamis 22/7 jam 11 siang Pahruji mengatakan akan menangkap teroris di masing-masing desa ada 3 orang yang dicurigai.

Mendapat telepon seperti itu sebagian Kades langsung menyampaikan hal tersebut kepada Camat Tanjungsari Deni Tanrus, S.IP saat dikonfirmasi (23/7) membenarkan kejadian tersebut langsung mengontak Brimob Polda Jabar tentang kebenaranya, dari hasil pembicaraan dengan pihak Brimob Polda Jabar kabar yang diterima langsung oleh camat ternyata hal tersebut tidak benar. Dengan kejadsian tersebut sempat membuat panik di desa, namun diakui camat setelah mendapatkan kejelasan hal tersebut tidak sampai berlarut.(Kos/ Buser Trans)