ADART APDI Ciamis Perlu Di Amandeman !

Posted on Updated on


Kab.Camis, Buser Trans

Hal ini diungkapkan Idin Wahidin mantan dewan pakar Asosiasi Pamong Desa Idonesia (APDI) kabupaten Ciamis, saat kunjungan ke redaksi Buser Trans Online Bandung, selasa (18/5). Dengan alasan ADART (Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga) APDI , sudah tidak sesuai pengkebangan yang ada.

Dalam penyampaiannya, alasan yang paling mendasar adalah dengan sudah terbentuknya organisasi yang di dekrarasikan di pangan daran beberapa waktu lalu, yaitu APPDI (Asosiasi Pemerintahan Perangkat Desa Indonesia), didalam ke anggotaanya mencakup seluruh pengangkat desa dibawah sekertaris desa.

Lebih jauh Idin mengatakan ditambah adanya forum sekertaris desa, maka pada awalnya semua ada didalam ADART APDI, kini mereka mempunyai ADART sendiri. Untuk itu, kiranya ADART APDI sudah tidak sesuai dengan perkembangan.

Idin Wahidin mengaku lepasnya APPDI adalah mungkin salah satu dari bentuk APDI, kurangnya mengakomodasi keinginan dari anggota perangkat desa yang sebelumnya ada di APDI, namun, semuanya sudah berjalan, APDI yang beranggotakan Kepala desa se-Kabupaten Ciamis perlu menyatukan kembali kebersamaan yang ada, mengembalikan kembali cintra dankejayaan APDI, dengan mengamandemam ADART APDI.

Hinggga roda APDI terus berjalan sesuai dengan semangat yang ada, kita tidak perlu lagi mencari siapa yang salah, siapa yang benar, akan tetapi mengedepankan kepentingan bersama, agar pemerintahan desa dengan semangan mengakat harkat martabat masyarakat, sebagai prioritas utama dapat di perjuangkan.(Didi/Karsidik/Buser Trans)

Kab.Camis, Buser Trans

Hal ini diungkapkan Idin Wahidin mantan dewan pakar Asosiasi Perakat Desa Idonesia (APDI) kabupaten Ciamis, saat kunjungan ke redaksi Buser Trans Online Bandung, selasa (18/5). Dengan alasan ADART (Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga) APDI , sudah tidak sesuai pengkebangan yang ada.

Dalam penyampaiannya, alasan yang paling mendasar adalah dengan sudah terbentuknya organisasi yang di dekrarasikan di pangan daran beberapa waktu lalu, yaitu APPDI (Asosiasi Pemerintahan Perangkat Desa Indonesia), didalam ke anggotaanya mencakup seluruh pengangkat desa dibawah sekertaris desa.

Lebih jauh Idin mengatakan ditambah adanya forum sekertaris desa, maka pada awalnya semua ada didalam ADART APDI, kini mereka mempunyai ADART sendiri. Untuk itu, kiranya ADART APDI sudah tidak sesuai dengan perkembangan.

Idin Wahidin mengaku lepasnya APPDI adalah mungkin salah satu dari bentuk APDI, kurangnya mengakomodasi keinginan dari anggota perangkat desa yang sebelumnya ada di APDI, namun, semuanya sudah berjalan, APDI yang beranggotakan Kepala desa se-Kabupaten Ciamis perlu menyatukan kembali kebersamaan yang ada, mengembalikan kembali cintra dankejayaan APDI, dengan mengamandemam ADART APDI.

Hinggga roda APDI terus berjalan sesuai dengan semangat yang ada, kita tidak perlu lagi mencari siapa yang salah, siapa yang benar, akan tetapi mengedepankan kepentingan bersama, agar pemerintahan desa dengan semangan mengakat harkat martabat masyarakat, sebagai prioritas utama dapat di perjuangkan.(Didi/Karsidik/Buser Trans)

Iklan

Gudang Rongsokan Hangus Terbakar

Posted on Updated on


Kab. Bandung, Buser Trans,.

Gudang rongsokan di Jl. Panyaungan Desa Cileunyi Kec. Cileunyi milik Saepul (30) hangus terbakar (11/5), menurut saksi mata Beni (37) sekaligus orang yang dipercaya oleh pemilik gudang, api mulai terlihat pukul 13:30 yang di duga berasal dari bawah tumpukan karung bekas. Kerugian yang diderita akibat kebakaran bisa mencapai 50 jt beruntung dalam kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa.

Untuk memadamkan api didatangkan 2 Unit Pemadam Kebakaran Korwil III Kabupaten Bandung dengan menurunkan petugas pemadam sebanyak 10 orang, 1 Unit Pemadam Kebakaran dari PT. Polyfin Canggih menurunkan 8 petugas pemadam yang datang langsung kelokasi untuk menjinakan api dan berhasil dikuasai sekitar satu jam setelah kejadian.

Kapolsek Cileunyi AKP. Asep Saepudin, SH saat ditemui di tempat kejadian mengatakan bahwa dugaan sementara api bersal dari percikan api para pekerja yang sedang mengelas memotong besi rongsokan, sejauh ini pihaknya masih mengumpulkan data dilapangan untuk nantinya dijadikan bukti penyebab kebekaran, pihaknya sendiri akan segera memanggil pemilik gudang jika memang ada unsur kelalain sehingga menyebabkan kebakaran tidak menutup kemungkinan selanjutnya akan di proses melalui prosedur hukum.(Kos/Buser Trans)

Di Intai dua Hari, Nenek Tua Dirampok.

Posted on Updated on


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Buser Trans , Majalengka

Nenek Sari (55) warga Kampung Cibali Rt/Rw,02/03 DS.Kondangmekar Cingambul Kab.Majalengka. Telah menjadi korban perampokan.sekira pukul II:30 WIB.

saat itu sekitar kampung keadaan sepi,  karena warga atau para tetanga korban sedang bekerja di kebun sebagai petani. Sedangkan Korban sedang menunggui warung miliknya. Diduga pelaku salah seorang pria muda kira-kira berusia diatas (25 tahun) yang sering datang  kerumah tersebut dan diyakini pengumpul rambut bekas untuk bahan pembuatan wig/Rambut palsu.

menerun korban kepada Buser Trans Online mengatakan, setelah menyekapnya, korban berusaha berteriak, akhirnya pelaku panik dan makin beringas hingga  mengayunkan potongan kayu yang dibawanya itu. Tepat mengenai kening sang Nenek, tak ayal lagi darah  keluar dari luka pukulan tersebut.

Merasa sudah puas atas aksinya itu pelaku pun ambil langkah seribu alias kabur. Mengetahui pelaku laknat sudah kabur, Korban kemudian mencari pertolongan pada para tetangga lainya yang jarak rumahnya agak sedikit jauh kira-kira 50 meteran. Sejumlah warga setelah mengetahui adanya kejadian tersebut kemudian melakukan pengejaran, beramai-ramai bersama warga lainya.

Akan tetapi nasib mujur, masih berpihak pada si pencuri laknat itu. Hingga usaha puluhan warga yang berusaha mengejar itu pun kembali tampa hasil.

Namun, sebagian warga kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Aparat Desa Setempat yakni Kuwu Kuswara, kemudian kejadian itupun atas laporan warga tersebut dengan  menggunakan  telpon genggam miliknya melaporkan pada pihak berwajib. Yakni Polsek Cingambul yang datang ke TKP ditenggarai agak sedikit lambat sekira pukul I3:30 WIB.

Sementara itu Pihak kepolisian setempat melakukan pengejaran, Sedangkan Korban terpaksa harus mendapat perawatan secara intensip dirumah sakit Umum 45 Kuningan. Atas luka-lukanya yang dinilai olehTim Medis Rumah sakit tersebut cukup parah hingga harus dirawat inap. Hingga berita kejadian perampokan ini diturunkan tim Redaksi Buser Trans belum didapat keterangan secara resmi dari pihak Kepolisian yang mengani kasus tersebut. Dani Rachdian/Ali,YM.

Smart Paksakan Sinyal Bertahan Di Cicalengka

Posted on Updated on


Camat Kecamatan Cicalengka Dra. Hj. Popi Hopipah; “Saya baru tahu selama smart berdiri selesai kontrak per 1 Mei 2010 hanya dari media saja sebab selama ini pihak kami tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dari pihak Smart selama sewa tempat tiga bulan kebelakang dipelataran masjid agung”

Kab. Bandung, Buser Trans,.

Sinyal BTS milik Smart yang selama ini menghiasi Masjid Agung Cicalengka selidik demi selidik ternyata tidak pernah mendapatkan ijin pihak pemerintah kecamatan cicalengka, hal ini disampaikan camat kecamatan Cicalengka Dra. Hj. Popi Hopipah saat ditemui Buser Trans di ruang kerjanya (17/5).

“Saya baru tahu selama smart berdiri selesai kontrak per 1 Mei 2010 hanya dari media saja sebab selama ini pihak kami tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dari pihak Smart selama sewa tempat tiga bulan kebelakang dipelataran masjid agung”tegasnya.

Diakui Camat bahwa beberapa minggu kebelakang pihak pemerintahan kecamatan telah memberi rekomendasi perijinan kepada Smart sebab setelah melihat ada beberapa warga yang telah mendatangani ijin yang diketahui oleh aparat pemerintahan Desa Cicalengka Kulon, tetapi ditegaskan kembali bahwa pada bulan pebruari hingga 1 Mei pihaknya tidak pernah memberikan ijin dan merasa heran kenapa hal ini bisa terjadi.

Kades Cicalengka Kulon Usep Ridwan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya memang ikut menandatangi perijinan akan tetapi nantinya harus jelas bahwa ijin itu untuk smart bukan yang lain, diharapkanya kedepan semua pihak memberikan ketegasan tentang rencana proyek Munara untuk ditempati BTS Smart yang akan didirikan di Masjid Agung Cicalengka yang rencana kontrak hingga 20 tahun, tetapi dirinya tidak bisa menjelaskan kapan ijin yang direkomendasikan tersebut berlakunya. (Kos/Buser Trans)

Pryek Tol Cisumdawu Resahkan Warga

Posted on


Kab. Sumedang, Buser Trans,.

Rencana proyek pemerintah pusat untuk membuka jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) masih di pertanyakan warga desa Cibeusi Kec. Jatinangor Kab. Sumedang pasalnya dari tahun 2007 hingga saat ini tidak jelas realisasinya sehingga warga dari 4 rw diantaranya RW 01, 02, 08 dan 11 sebanyak 80 KK diwilayah cibeusi masih kebingungan jadi tidaknya proyek tersebut.

Salah seorang warga bernama H. Adam Ismail saat dikonfirmasi (17/5) pihaknya menyampaikan pihaknya ingin kepastian tentang kapan rencana realisasi proyek tol yang melintasi wilayahnya, sebagai warga tentunya sangat mendukung program pemerintah terkait masalah tol tetapi jangan sampai pemerintah membodohi masyarakat terkait pembebasan tanah milik warga khusunya di desa cibeusi.

Ketua RW 01 Desa Cibeusi Kac. Jatinangor Ayeng ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa rencana tol Cisumdawu seolah proyek yang tidak ada kepastian dan hanya memberikan janji saja terhadap warga sehingga orang yang memiliki tanah disekitar rencana proyek tol terlilit hutang sebab sudah menjaminkan tanah miliknya ke salah satu Bank.

Camat Jatinangor Nandang Suparman memastikan pada tahun 2010 proyek tol Cisundawu sudah bisa direalisasikan termasuk pembebasan tanah lahan milik warga yang ada di desa cibeusi hal itu disampaikan dari hasil pertemuan pada bulan maret tahun ini dengan seluruh jajaran SKPD Kab. Sumedang, camat sendiri berharap agar keinginan warga dari 4 rw diwilayahnya secepatnya terlealisasi.

Menanggapi permasalahan itu, Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Pemkab Sumedang, Endi Ruslan mengatakan, pihaknya akan mempertemukan antara warga Cibeusi dengan Satuan Kerja Proyek Tol Cisumdawu pada hari Rabu (18/05). Pertemuan itu dimaksudkan untuk memberi kejelasan kepada warga.

Endi menegaskan, proyek jalan Tol Cisumdawu tetap berlanjut. Namun, untuk lintasan di wilayah Desa Cibeusi, terdapat ganjalan soal kesepakatan harga ganti rugi lahan dan bangunan berupa sebuah toko. Pemilik toko dinilai terlalu tinggi mematok harga, sedangkan P2T Pemkab Sumedang sudah memiliki standar harga untuk setiap lahan atau bangunan yang telah disesuaikan.

“Kalau tidak mencapai kesepakatan, maka kemungkinan akan terjadi penggeseran alur jalan tol, karena si pemilik toko itu mematok harganya terlalu tinggi,” terang Endi,(Kos/Buser Trans)

Wartawan Buser Trans Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Posted on Updated on


Tokoh Masyarakat Pangandaran Ustad Cecep;

“jika jadi wartawan jadilah wartawan yang selalu mengedepankan kepentingan umum daripada pribadi, bekerjalah sebagai mana pungsi yang diemban dari tugas itu sendiri”

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebagian wartawan Buser Trans Poto Bersama saat pelatihan Jurnalistik di Hote Malabar Pangandara Kabupaten Ciamis

Kab, Ciamis Buser Trans,.

Tabloid Buser Trans adakan kegiatan pelatihan jurnalistik bagi seluruh wartawan yang ada dilingkungan managemen Buser Trans Online, wartawan dan semua unsur pimpinan wajib hadir untuk mendapatkan pendidikan dasar yang langsung disampaikan oleh Drs. Antonius TP. Purba dari Direktur Lembaga Studi Jurnalistik Independen (LSJI).

Tema yang diusung adalah pemantapan serta pelatihan etika jurnalistik bertempat di Hotel Malabar Pangandaran Kabupaten Ciamis selama dua hari (15-16 Mai 2010).

Pimpinan redaksi Buser Trans Nurdin Senjaya dalam sambutanya menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dalam penulisan berita bagi wartawan pemula. wartawan adalah orang yang dibenci sekaligus diharapkan kehadirannya,  ditambahkan pula, bahwa mendirikan media sangat beresiko tinggi, tetapi wartawan/insan pers harus tetap mengedepankan etika, moral serta spiritual.

Salah satu tokoh masyarakat Pangandaran Ustad Cecep sekaligus tokoh spiritual yang dikenal dekat dengan Bupati Ciamis Engkon Komara, ikut juga dalam pelatihan, saat diwawancara Buser Trans mengatakan, pihaknya sangat memberikan apresiasi penuh terhadap para peserta pelatihan jurnalistik yang diadakan Buser Trans.

Ia berpendapat bahwa Negara bisa hancur oleh empat pilar diantaranya Wartawan, Seniman, Orang Edan juga Dewan keempat pilar tersebut bisa menghacurkan negara bila dalam melaksanakan tugas tidak profesional juga tidak mempunyai dasar, bekal ilmu tentang dasar-dasar dalam pembekalan ilmu itu sendiri, “jika jadi wartawan jadilah wartawan yang selalu mengedepankan kepentingan umum daripada pribadi, bekerjalah sebagai mana pungsi yang diemban dari tugas itu sendiri”jelas Ustad Cecep.(Kos/Buser Trans)

Pletihan Jurnalis

Posted on Updated on


Kepada seluruh wartawan Tabloid Buser Tans Dan Buser Trans Online, Pelatihan Jurnalis untuk mendapatkan sertifikasi pada tanggal 14-16 Mei 2010. bertempat Di H. Malabar Jln. Pamugaran 128 Pangandaran.
Narasumber :  Antonius Purba. Direktur  Lembaga Studi Jurnalistik Independen (LSJI)

terima kasih
Manageman