Rumah Pejabat IPDN Dibobol Maling

Posted on Updated on



Kabag Keamana Dalam IPDN H. Adam;
“kasus ini yang pertama dan diharapkan yang terakhir sebab sebelumnya belum pernah ada laporan komplek ini kemasukan maling, pihak kami sudah seoptimal mungkin untuk menjaga keamanan dilingkungan IPDN sendiri dengan segala cara”

Kab.Sumedang, Buser Trans,.
Komplek perumahan karyawan IPDN Jatinangor Sumedang sekira pukul 03 pagi (12/4) dibobol maling, pemilik rumah dinas Kabag Umum Karseno menjelaskan akibat ulah maling tersebut kerugian yang diderita mencapai 20jt, uang tunai dan perhiasan bahkan diterjen dan sepatu juga rokok miliknya diembat juga “ketahuan barang hilang saat istri saya mau ke air untuk solat subuh sekitar pukul empat pagi, tiba-tiba perabotan dan lemari sudah diacak-acak saat itu saya kaget saat di cek ternyata beberapa barang berharga sudah hilang”jelas Karseno. Menurut informasisi yang didapat maling masuk dari depan dengan cara mencongkel jendela yang tanpa tralis dengan leluasa akhirnya maling mengambil barang berharga kuat dugaan pencuri tersebut tidak masuk sendirian tetapi lebih dari satu orang.
Sementara itu dari olah TKP Unit anjing pelacak Polda Jabar belum bisa memastikan orang yang dicurigai tetapi pihaknya menyayangkan sebab tempat kejadian sudah tidak steril lagi sehingga sedikit kesulitan dalam identipikasi. Unit olah TKP Polres Sumedang beserta jajaran Polsek Jatinangor juga datang untuk memeriksa tempat kejadian tetapi hal ini belum bisa mengarah kepada tersangka, kini kasus dibobolnya rumah pejabat IPDN ditangani jajaran Polres Sumedang untuk pengusutan lebih lanjut.
Kabag Keamanan Dalam IPDN H. Adam saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa sebenarnya lingkungan tersebut semenjak lima bulan kebelakang sudah diperketat keamananya dari mulai tamu yang akan menemui pejabat didalam selama 24 jam terus dipantau tentu harus melapor dulu. Dalam menunjang keamanan 15 pos siaga selama 24 jam, namun pihaknya juga merasa kecolongan dengan masuknya maling kerumah salah satu pejabat “kasus ini yang pertama dan diharapkan yang terakhir sebab sebelumnya belum pernah ada laporan komplek ini kemasukan maling, pihak kami sudah seoptimal mungkin untuk menjaga keamanan dilingkungan IPDN sendiri dengan segala cara”tegasnya.(Kos/Buser Trans)

Smpn Satap III Sodonghilir, Menjadi Primadona

Posted on Updated on


Kab Tasikamalaya, Buser Trans.

SMPN Satap III Sodonghilir berdiri tahun ajaran 2008, keberadaan sekolah ini ,disambut baik oleh masyarakat Desa Cukangkawung dan sekiatarnya .

Buktiya, jumlah murid SMPN Satap III kls 7 dan kls 8 sebanyak 142 orang.

Mamat Ruhimat Kepala sekolah SMPN Satap III Sondonghilir S.Pd.M.Pd yang didampingi ketua komite sekolah Saeful Alim  kepada Buser Trans menjelaskan,  sebelum ada SMPN di sini, untuk melanjutkan pendidikan dari SD bisa di hitung jari mengingat jarak tempuh yang yang jauh lebih 20 km,  alhamdullilah setelah berdiri, Satap III Sodonghilir 95 per sen lulusan SD Sukarame dan SD Citatah bisa kami tampung.

SMPN Satap III kini sudah mempunyai 4 ruang belajar, 1 ruang serbaguna, WC guru dan ruang guru, diktakan Mamat, semuannya adalah bantuan pemerintah, serta dorongan masyarakat sangat baik, baik moril maupun materil, sehingga kami pihat sekolah sangat merasa nyaman dalam melaksanakan tugas. Ucap kepsek pada  Buser Trans.

Untuk pengamanan sekolah kami menggunakan biaya swadaya murni dari masyarakat, membangun benteng sepanjang 20 m dan tinggi 3 m. untuk pendidikan ekstrakulikuler diantaranya, pramuka, olah raga, yang di rioritaskan pertanian karena sesuai dengan permintaan orang tua murid, juga kebetulan ada tenaga honorer lulusan SMPA putra daerah yang membantu kami.

Kendala yang dihadapi SMPN Satap, kekurangan tenaga pengajar juga sangat di butuhkan ( PNS ), Ia berharap Kadisdik Kabupaten Tasikmalaya, memeperhatikan kepentingan sekolah kami,Jelas Mamat.(Aan Suganda/Buser Trans)

Aya Kandangna Sapina Can Aya

Posted on Updated on


Pangandaran, Buser Trans
Perkembangan Kecamatan Parigi. Kabupaten Ciamis patut kita banggakan, sejalan dengan itu peninggkatan kemampuan serta pengetahuan masyarakatdisana, petut kita acungkan jempol, terutama Desa Parakan.
Kultur masyarakat yang religius membawa pada perkembangan mental dan berkeinginan hidup layak terus dipertahankan, dibawah kepempinan kepala Desa Parakan Akus dengan sekdes yang piawai Tatang membawa masyarakat sedikit lebih maju di banding daerah lain.
Program yang berjalan seperti air yang mengalir deras, saking derasnya sebelum bantuan datang sarana dan prasarana sudah dipersiapkan, seperti kandang sapi sejak dibuat beberapa waktu lalu, sampai kini masih kosong molongpong tanpa penghuni alias aya kandangna sapina can aya. Menunggu bantuan tibaJ elas Akus sambil tersenyum.
Tidak putus harapan itulah yang dimiliki Akus program terus dibuat serta terus berharap dapat bantuan dari pemerintah Kab. Ciamis masyarakat desa Parakan berkeinginan membuat gedung serba guna dan kantor desa yang baik, serta bantuan kepada kelompok tani yang ada didesanya.(Ateng Jaelani?Aceng Yamisa/Buser Trans).

Pengabdian H. Ruhimat

Posted on Updated on


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kabupaten. Subang tidaklah kalah dengan kabupaten disekitarnya, terutama kekayaan alam yang ada, kebun sawit serta sawah yang membentang lukisan alam yang nyata disekililing rumah seorang warga Kp Datar kawao serang panjang Subang, kopi hangat menjadi suguhan pertama dalam pembicaraan, sungguh lengkaplah sudah.

Pria sederhana terlihat sedang asik bersantai dirumahnya, ketika wartawan Buser Trans datang, raut wajah terlihat ramah, pria yang memiliki kumis ini, aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terobosan dalam hal pengolahan lahan tidur serta moral penerus bangsa didaerahnya menjadi target utama.

Dalam pembicaraan dengan wartawan tidak terlihat kelelahan semangat dalam hidupnya, tercermin dari tutur kata dan bahasa yang “nyunda” serta raut wajah tenang, padahal pekerjaan yang dijalankannya sangatlah banyak, tak kenal lelah sebagian prinsip hidupnya, kaos oblong serta pangsi hitam, ciri has kang haji panggilan akrabnya.

H. Ruhimat namanya, nama yang tidak asing di telinga masyarakat Kabupaten. Subang, usianya-pun masih diangka 40 tahun,saat ini, ia aktif dalam hal mengelola kebun sawit yang tahun ini akan dapat menuai hasilnya.

Tidaklah semudah kita bayangkan untuk mencapai panen sawit seluas 145 Hektar, yang meperkerjakan hampir 40 orang dari 22 kepala keluarga, tantang serta hambatan datang silih berganti, berkat keuletan serta kepiawai dirinya, semua dapat dihadapi dengan baik.”Apalagi pada saat memulai tanan, yang semula lahan itu kurang menjajikan hasilnya, begitu di tanami, masyarakat yang pro dan kontra bermunculan”Jelasnya.namun dengan kesabaran ia hadapi.

Selain perkebunan sawit, nantinya akan digunakan tumpang sari dengan ternak  sapi “kitakan bisa memanfaatkan, rumput yang ada disekitar kebun sawit”jelasnya, namun masih terkendala permodalan yang ada, maka diharapkan pemerintah Kabupaten. Subang atau pusat dapat memberikan bantuan kepada daerahnya.

Dibantu masyarakat dirinya telah menyelesaikan pengerjaan jalan yang menghubungkan tiga desa, perbaikan jembatan, renopasi sumber air utuk dialirkan pada masyarakat sekitar dan pelebaran jalan yang ada.

Kedepan, Ia akan melakukan penambahan pembangunan madrasyah, mengingat kapasitasnya sarana dan prasarana yang ada di Kp. Tangkil Desa. Cinta Mekar Kec. Serang Panjang Kabupaten. Subang , dirasakan masih kurang

Dalam wawancaranya, kang haji akan berusaha mengabdi dan membangun daerahnya yang dulu pernah Ia tinggalkan selama masih muda, berkat ilmu yang di dapat, serta pengalaman yang ada, akan dibaktikan untuk daerahnya, satu kebanggan bagi warga masyarakat mempunyai seseorang  yang mengerti akan kebutuhan wilayahnya.

Kang Haji dikarunia Dua orang anak yang masih belum dewasa “suatu anugrah dari allah yang maha esa, saya dikarunia dua orang anak yang taat ibadah” jelanya.

Tidak hanya itu, istri yang soleh selalu mendampingi, keharmonisan keluarga tercemin dari kekompakan dalam mendukung karir suaminya, isti  yang taat pada suami patut kita angkat topi, kenapa tidak, setiap tamu yang datang keramahan selalu menyertainya

Anak pertama dari pasangan ini, bernama Agum Gumelar Rachmat ( 16 ), dan anak kedua Elisa ( 11 ), dua anak  yang bakti orang tua, menurut kag haji adalah aset yang sangat berharga.

“Maka dari itu, ada yang akan kami garis bawahi dalam memperjuangkan kehidupan untuk kesejahteraan masyarakat Subang”Ungkap H. Ruhimat.(Iwan Setiawan /Ari/Nurdin Senjaya/Advitorial)

Program Gemar Paket C (Hut-Bun) Kec.Cingambul DS, Kondangmekar Diduga Bermasalah

Posted on Updated on


Kab.Majalengka, Buser Trans.
Sebagai warga masyarakat yang tinggal diwilayah DS. Pemekaran tentu menyabut baik adanya Program Pemerintah Anggaran Tahun 2009 yang pencairan Dana nya Tahun 2010 tersebut. Akan tetapi pada pelaksanaannya yang belum genap satu bulan itu mulai bermunculan permasalahan. Apa sebab ? Program Gemar Paket C. yang terbagi menjadi dua bagian itu yakni Program Penggemuk kan Sapi dan Penyemaian Albasiah. Dengan program tersebut menelan dana yang cukup besar, senilai Rp. 870.120.000 untuk program peggemuka sapi sedangkan Program Penyemaian bibit pohon Albasiah dengan menelan dana Senilai Rp.7.775.000 dan itu diterima oleh warga masyarakat Kp. Cibali DS. Kondangmekar ini dengan membentuk Sebuah kelompok Tani yang diberi nama Gapoktan Kondang Sari dengan jumlah anggota 75 0rang didalamnya. Sebanyak 75 orang anggota tersebut, terbagi menjadi 3 kelompok yakni Kelompok 1, 2 dan 3 dengan masing-masing kelompok beranggotakan 25 orang dan diketuai oleh masing-masing Ketua kelompok dalam satu kelompoknya. Namun konon kabarnya dari tiga kelompok tersebut belasan orang Anggota, menurut informasi yang diterima Buser Trans dari nara sumber yang dapat dipercaya bbelasan orang menyatakan mundur dari keanggotaan apa sebab ? informasi yang didapat menyebutkan, bahwa tidak sesuai kesepakatan awal yakni para Anggota kelompok akan mendapatkan uang Rp.10.juta /anggota. bukan sapi, namun uang tersebut untuk membeli sapi sesuai program gemar tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya oleh para pengurus Gapoktan Uang yang direncanakan akan dibagikan itu malah dibelikan sapi dengan harga yang berpareatif yakni ada yang seharga 8 juta hingga 10 juta dengan ketentuan harga / Kg nya daging hidup seharga kgnya Rp.25 ribu yang didapatnya dari luar jawa Barat. (Dani Rachdian /Amin Sidik)